In Press

Batique by Linda Sudarsono stole fashion enthusiasts’ attention in Ciputra World Fashion Week 2016.

Surabaya mencoba untuk mengambil tempat sebagai salah satu pusat fashion di Indonesia. Ciputra World Fashion Week, mengukuhkan dunia fashion lokal tidak hanya kuat di Jakarta, tetapi juga di Surabaya.

Makin banyaknya brand internasional dan bakat-bakat muda dalam industri fashion di Surabaya yang bermunculan hingga 2016, menunjukkan eksistensi kota Pahlawan sebagai salah satu kiblat fashion tanah air. Menjadi agenda tahunan Ciputra World Surabaya (CWS), sebagai ikon lifestyle di Surabaya, untuk kali keempat Ciputra World Surabaya (CWS) kembali menghelat Ciputra World Fashion Week (CWFW) 2016. Mengangkat tema Neon Invasion, CWFW 2016 diselenggarakan pada 21–25 September menjadi ajang fashion eksklusif pertama di Surabaya yang menampilkan berbagai brand internasional dan karya desainer ternama tanah air dan mancanegara.

Memberikan apresiasi terhadap karya-karya desainer tanah air, CWS juga menggandeng para perancang busana pilihan dari berbagai genre fashion untuk menampilkan karya-karya terbaik. Di antaranya, Interim Men & Women, Allegra Jane, Inasense, Chintami Atmanagara, Lia Afif, Ethnicant by Jeny Tjahyawati, Sephora Batik, Batique, Puraforma presents Adith Hendart, Natalia Kiantoro, Bobababe, Catherine Njoo, Abee by Ariy Arka, Universitas Ciputra. Arva School of Fashion, Lasalle College, In A Beat Margaretha J, Lily Stephanie, Fonny Tunggal, dan Fedora Thamrin X Bellasima by Aivi Signatures. Serta nama besar seperti Purana, Huntingfields, Opi Bachtiar serta Peggy Hartanto.

Source: http://www.fimela.com/fashion-style/10-desainer-lokal-mencuri-perhatian-di-ciputra-world-fashion-week-160930i-page18.html
PULUHAN DESAINER LOKAL CURI PERHATIAN DI CIPUTRA WORLD FASHION WEEK SURABAYA
By  – 4 Oktober 2016

Recent Posts

Start typing and press Enter to search